Bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di Jepang, ada banyak hal yang mungkin terasa berbeda. Cara berbicara, kebiasaan bekerja, cara menghargai orang lain, sampai bagaimana seseorang menjalani kehidupan sehari-hari. Awalnya mungkin muncul pikiran “Kok orang Jepang serius banget, ya?” atau bahkan “Kenapa semuanya harus begitu disiplin?” Sebelum buru-buru menyimpulkan, coba kenali dulu budayanya.
Materi Cross Culture Understanding Indonesia–Jepang menjelaskan bahwa budaya mencakup berbagai hal dalam kehidupan manusia, mulai dari pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum, kebiasaan, hingga kemampuan yang diperoleh seseorang sebagai bagian dari masyarakat. Artinya, perilaku seseorang tidak bisa dilepaskan begitu saja dari budaya tempat ia tumbuh.
Indonesia dan Jepang sama-sama punya nilai positif
Indonesia dikenal memiliki budaya gotong royong dan semangat kekeluargaan. Nilai sopan santun, menghormati orang tua, serta musyawarah untuk mencapai mufakat juga menjadi bagian dari budaya Indonesia. Sementara itu, budaya Jepang dikenal sebagai perpaduan antara tradisi dan modernitas. Beberapa nilai yang ditekankan dalam materi adalah disiplin, rasa hormat, kerja keras, kebersihan, dan kebersamaan.
Jadi, ketika kamu menemukan rekan kerja Jepang yang sangat disiplin atau sangat memperhatikan aturan, jangan langsung menganggap mereka “terlalu kaku”. Bisa jadi, itulah bentuk nilai budaya yang sudah mereka bawa sejak lama. Jangan mengukur budaya orang lain dengan kebiasaan kita Bayangkan kamu terbiasa dengan suasana kerja yang akrab dan penuh obrolan. Kemudian kamu bekerja di lingkungan yang lebih formal dan sangat memperhatikan kedisiplinan. Kalau tidak memahami latar belakang budayanya, perbedaan tersebut bisa membuat kita merasa tidak nyaman.
Padahal, perbedaan bukan berarti salah atau benar. Justru dengan memahami budaya orang lain, kita bisa mengurangi kesalahpahaman dalam berkomunikasi dan bekerja. Kalau awalnya terasa asing, itu wajar Perjumpaan dengan budaya yang berbeda dapat menimbulkan berbagai perubahan. Dalam materi, salah satunya disebut culture shock atau gegar budaya. Jadi, kalau saat pertama kali tinggal dan bekerja di Jepang kamu merasa bingung, tidak nyaman, atau kangen dengan kebiasaan di Indonesia, jangan langsung merasa gagal beradaptasi. Kamu sedang berada dalam proses mengenal lingkungan baru. Pelan-pelan, amati kebiasaan di sekitar. Belajar memahami cara orang lain berinteraksi. Tetap pertahankan nilai baik dari budaya sendiri, tetapi terbuka terhadap kebiasaan baru. Karena bekerja di negara lain bukan berarti harus melupakan budaya Indonesia. Kita bisa tetap menjadi orang Indonesia sambil belajar memahami cara hidup masyarakat Jepang.
Leave a Reply